[Review] Blue Ocean Floor

THE 20/20 EXPERIENCE ALBUM COVER AND TRACK LIST REVEALED!

Frequency's so low
 Heart on a string
 A string that only plays solos
 Rain made of echoes
 Tidal wave rushing on and on
 Under the water you scream so loud but the silence surrounds you
 But I hear it loud and you fall in the deep and I'll always find you
 If my red eyes don't see you anymore
 And I can't hear you through the white noise
 Just send your heartbeat
 I'll go to the blue ocean floor
 Where they'll find us no more
 On that blue ocean floor
 Shell made out of gold
 Found on a beach,
 Picked up and you held so close
 Rain washed out its glow,
 Heart beat steady leads me down below
 And under the water you scream so loud but the silence surrounds you
 But I hear it loud and you fall in the deep and I'll always find you
 If my red eyes don't see you anymore
 And I can't hear you through the white noise
 Just send your heartbeat
 I'll go to the blue ocean floor
 Where they'll find us no more
 On that blue ocean floor
 20,000 leagues away, catch up to you on the same day
 Travel at the speed of light, thinking the same thought at the same time
 Heart beats at a steady pace, I'll let the rhythm show me the way
 No one can find us here, fade out and disappear
 If my red eyes don't see you anymore
 And I can't hear you through the white noise
 Just send your heartbeat
 I'll go to the blue ocean floor
 Where they'll find us no more
 On that blue ocean floor

~

Gw ga tahu apa ada yang namanya review lagu, tapi gw mencoba membuat satu sekarang. Lagu ini, yang liriknya gw sudah tampilin, adalah lagu dari Justin Timberlake di album terakhirnya, The 20/20 Experience. Sebagai penggemar musiknya (dan keseksiannya, catet), tentu aja gw berburu album ini waktu keluar, tapi dengan malu (tapi ga malu bilang malu), gw akuin yang gw dapetin bukan versi legalnya. Whatever, I got the album.

Well, gw ga mau ngomentarin albumnya. Seperti biasanya jika gw nge-download album, pasti ada lagu yang paling gw suka dan ada yang kurang gw suka, sekalipun itu album SuJu ataupun DBSK yang notabene adalah idola gw. Yang itu sih kadang gw ngoleksi lagunya lebih karena rasa sayang yang jelas beda banget dengan apresiasi yang mestinya ada karena musik yang dipersembahkan; dengan kata lain, untuk urusan yang itu gw subjektif. Beda dengan Justin Timberlake yang memang gw persembahin apresiasi cukup gede untuk dia. Di mata gw, di selera gw, musik JT itu bagus. Dia konsisten sekaligus inovatif dalam memainkan nada yang sesuai dengan jalur musik dia (yang kebetulan adalah selera gw).

Dalam Album 20/20 Experience ini, lagu favorit gw adalah Suit and Tie. Betul Mirrors bagus, tapi entah kenapa buat gw lebih catchy Suit and Tie. Bukan hanya earcacthy, tapi gw suka the whole idea of the song; and the clip, if i may add. Makanya gw terkejut banget waktu dengerin lagu ini: Blue Ocean Floor.

Setelah agak lama mengabaikan JT, gw men-shuffle playlist gw dan gw sedang konsentrasi banget ngerjain tugas kantor ketika lagu ini terputar. Pertama yang ada di pikiran gw: band indie yang mana nih? Pasalnya nadanya sangat ga JT sekali dan suara solo dia yang dominan di awal lagu betul-betul asing di telinga gw. Sebagai tambahan, gw memakai headseat yang membuat suara dia terdengar bening banget berasa dia konser buat gw sendiri di sebuah bilik karaokean ukuran medium, max.

Oke, sorry, agak ngelantur.

Intinya, gw ga mengenali suara JT hingga ke bagian Bridge dimana dese nge-rap woles-ly. Di situ tangan gw langsung berhenti bekerja dan mata gw mengerjap. Sumpah ini gw bukan ngelebay seperti gw yang biasanya, tapi gw emang bener-bener kaget. Ada sesuatu yang sangat khas dalam suara JT yang bikin gw ga pernah salah ngenalin suara dia di lagu apapun. Ga pernah. Sekalipun, gw ga pernah salah mengira suaranya milik orang lain. Kecuali di lagu ini.

Mestinya gw tahu nada tinggi itu, falsetto serak manis itu, hanya punya JT. Tapi ga. Sampai lagu hampir berakhir (Bridge-nya di bagian akhir), gw masih mikir ini pasti lagu indie yang gw dapetin dari tumblr (yes, I’m a big fan of indie music, deal with it). Harmonisasi nadanya sangat menghipnotis, gw ga kepikiran JT bakal bikin lagu begini. Gw ga tahu apa namanya, tapi lagunya menggunakan techno-music yang membuat suara yang keluar jelas terbaca sebagai musik komputer instead of the real instrument. Mengejutkannya, meski techno-style, gw rasa musiknya ga akan bikin meradang para anti techno. Yah, spekulasi gw mungkin sedikit terlalu optimis, tapi bener deh, lagu ini ga bikin pendengar pingin mem-break-down komponen penyusunnya. Yang muncul pertama banget saat musiknya mengalun adalah… sea wind, not just a breeze, dark blue ocean, and non-too-matters sunlight. Dingin.

The real ocean out there.

Gw pernah di sana, di lautan, dan gw tahu bener perasaan dikelilingi gelapnya laut yang biru. Kalau lo ga pinter berenang, laut yang biru dan dalam bisa membuat punggung lo tegak karena merinding. Lo ga tahu sedalam apa laut itu, tapi lo tahu pasti di dalam sana gelap dan dingin. Yet, lo ga bakal bisa menyurutkan rasa bahwa lo sedang berada di antara sesuatu yang begitu agung, penyusun bumi yang paling dominan. Lo bakal mengenali kesunyian hanya dari luasnya laut, sekaligus sibuknya kehidupan di sekitar lo, di bawah kapal lo, di udara yang lo hirup. And you know what? Ketika gw tergerak untuk mencari lirik lagu ini, tepat seperti itulah yang gw rasakan.

Gw jarang ngapalin lirik lagu JT. Selain karena males, juga karena meskipun gw apal, biasanya gw pasti kesusahan ngikutin dia nyanyi karena kebanyakan rap-populernya. Untuk Blue Ocean Floor ini, gw rasa juga gw ga bakal ngapalin, tapi setiap kali lagu ini terputar pasti sesuatu dalam diri gw akan melambat dan menikmati setiap lekukan nada bertabur lirik yang dialunkan JT. Diksi gw menjijikan ya? Tapi take it as it is, karena memang itulah maksud gw yang sebenarnya.

Lagu ini bercerita tentang perasaan JT yang menganggap berharga satu orang dan dia akan bersama, menemani, melindungi, menunggu orang itu di zona dia. Kalau JT adalah tokoh dalam cerita ini sendiri, maka dia sedang menceritakan prolog. Ini kisah dia. Kisah mengenai perasaannya yang disampaikan lewat nada yang hanya milik dia, kata-kata yang hanya punya dia, ga peduli apapun yang sedang terjadi di sekeliling dia. Ini jelas tersirat di paragraf pertama lagu ini.

Paragraf kedua menceritakan kesiapan JT untuk bersama orang itu, jika orang itu membutuhkan dia. Kalau gw analogikan, di sini dia menempatkan diri sebagai air. Pernah lihat video orang yang berenang bersama ikan paus? Orang itu hanya satu bias cahaya kecil di kolom air yang sangat luas, biru dan ga kelihatan tepinya. Jika paus-paus dihilangkan, maka orang itu akan benar-benar sendirian. Dan dalam lagu ini dikiaskan bahwa jika orang itu sendirian di dalam air, mencoba berteriak, maka itu sesuatu yang meresahkan. Di situlah JT berperan.

Under the water you scream so loud but the silence surrounds you. But I hear it loud and you fall in the deep and I'll always find you.

Chorusnya, If my red eyes don’t see you anymore. And I can’t hear you through the white noise. Just send your heartbeat, I’ll go to the blue ocean floor yang membuat gw mikir JT adalah air laut itu sendiri. Dia akan selalu ada di sana, menemani, bersama, menunggu. Dan lirik selanjutnya menyiratkan bahwa kalau orang yang berharga itu mau, JT bersedia merubah dunianya menjadi hanya dunia mereka.

Where they’ll find us no more

Versi selanjutnya mengambarkan bahwa JT tidak akan melakukan pemaksaan. JT adalah laut dan dia tidak akan kemana-mana. Laut akan sendirian ketika ditinggalkan oleh si pengunjung pantai yang berharga, tapi saat dia kembali, JT tetap akan ada di sana. Kulit kerang merupakan simbol kenangan dari interaksi mereka berdua, hujan yang membuatnya kusam menggambarkan waktu yang berlalu. Kenangan itu memudar, dan JT mungkin tersamarkan, tapi JT tetap tersimpan di sana. JT ga butuh apapun yang lebih besar dari degup jantung untuk bisa menemukan kembali orang yang berharga itu.

Bahkan saat menulis ini gw ga tahu bagaimana menyampaikan perasaan gw dengan kata-kata secara apapun yang gw tulis rasanya ga cukup menggambarkan sentuhan ‘itu’ saat mendengar lagu ini.

Lirik ini sama sekali beda dari lagu-lagu JT yang lain, at least as far as i know. Correct me if i’m wrong, but gw selalu suka dengan lirik JT yang nakal dan palyful. Betul, dunia ini sarat dengan masalah cinta, tapi JT mempersembahkannya dengan asyik. Kalau cinta itu perjalanan, makan JT menunjukkan caranya menjalani ini adalah dengan berdansa dan mengayun bersama irama. Bukan tarian yang meledak-ledak, tapi yang tricky dan luwes, bukan dansa kaku dengan ketukan satu dua tiga melainkan lebih pada pergerakan tubuh berdasarkan rasa di hati. Go with the flow, mungkin istilahnya.

Di lagu ini, perbedaan cara pandang JT tetap nampak, tapi ini bukan JT yang playful dan meliuk-liuk asyik. Tapi gw ga bisa ga suka. Karena ini seperti penemuan akan diri lo sendiri di tengah hiruk-pikuknya lingkungan yang senantiasa ingin membuktikan diri. Woles, dark, cool, tapi manis, meyakinkan dan memberitahu ada satu tempat di dunia untuk kita.

Jika mataku sudah memerah dan aku tak bisa melihatmu lagi, sementara telingaku tak lagi mendengar apapun, tujukan degup jantungmu padaku dan itu sudah cukup untukku menemukanmu.

That’s… Man, I love Timberlake, Mosley, Harmon, Fauntleroy, Chris Godbey for writing these lyrics.

Banyak pendapat lain berseliweran tentang lagu ini. Lo bisa cari di Google dengan kata kunci judul lagu ini. Banyak yang bilang lagu ini (entah bagaimana, otak gw rada ga nyambung sama argumen ini) menggambarkan tentang collapse-nya USA, ada yang bilang ini lagu tentang Britney, ada yang bilang, ini lagu yang menyimbolkan negara lewat warna-warna yang disebutkan (satu warna, satu negara). Gw ga akan bagi link-nya di sini karena cukup mudah lo akses lewat Google. Buat gw pribadi, lagu ini berarti seperti apa adanya lagu ini. JT dan rekan-rekannya adalah musisi dan mereka berkarya, karya mereka yang ini sangat berkesan buat gw. Udah, gitu aja. Gw ga punya, ga mau dan ga suka tendensi lain di balik pemaknaan gw akan sebuah lagu.

.

Yep.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s