tips orisinal

kamu suka baca buku? kamu gampang bete? atau lingkungan di sekitar kamu memaksa kamu jadi gampang bete? atau kamu suka baca buku biar bete?

yah, pertanyaannya makin lama makin ga masuk akal. aku emang aneh.

sebenernya, aku cuma mau kasih tips. tips sederhana berdasarkan pengalaman. tentang gimana melampiaskan ke-bete-an yang ga punya etika sampai kadang-kadang laknat.

baru-baru ini aku bete pake banget. karena ga ada yang bisa aku lakuin untuk ngerubah situasi yang bikin bete itu, aku berusaha untuk mengalihkan pikiran ke tempat lain. aku melakukannya dengan menunaikan kewajiban-kewajiban yang harus aku kerjakan. itung-itung biar kerjaan selesai juga. aku pun membaca buku (hey, itu jadi kewajiban karena buku ini sudah aku beli, kalau ga dibaca itu namanya mubazir!).

dan tahukah kamu buku ini kenapa? buku ini… jelek.

untuk sedikit melembutkan, aku akan bilang bahwa pada dasarnya bukan isi(secara garis besar)nya yang jelek, melainkan alurnya, plotnya, ketidakkonsistenannya, penempatan kalimat-kalimatnya, dialognya… intinya, detil penyajiannya tidak bagus. ceritanya mungkin bermakna dan idenya bagus, tapi ketika disajikan dengan tidak baik, dia jadi bacaan yang buruk juga; logikanya begitu, kan?

tapi bukan buku itu yang mau aku share di sini, melainkan sesuatu yang lain. memang segala sesuatu itu punya dua sisi; sisi negatif, sisi positif. ketika ketika melihat sesuatu yang positif, pasti kita akan menyadari ada yang negatif dari sesuatu itu, begitu juga sebaliknya. pasangan alam ini merupakan suatu kepastian yang sama seperti waktu.

nah, apa sih sisi positif dari sebuah buku yang demikian tidak menyenangkan sampai-sampai menyebalkan untuk dibaca? sisi positif ini muncul karena aku membacanya di saat yang tepat. begitu tidak enaknya buku ini untuk dibaca, aku sampai bisa melampiaskan semua kebeteanku atas dia. aku ini cerewet kalau soal bahasa, jadi, semua (yang aku pikir adalah) kekurangan buku itu, aku tuangkan langsung dan straightforward. bagusnya, itu adalah sebuah buku–coba bayangkan kalau aku perlakukan manusia seperti itu; untungnya, aku baca di saat bete–bayangkan kalau aku lagi seneng terus baca buku yang ngebetein, bisa-bisa buku itu teronggok ga kebaca sama sekali; untungnya, buku itu tebel–bayangkan kalo sekali baca sudah habis, belum selese bete, media penyalur betenya udah ga ada.

jadi ya, gitu. buku itu sangat bermanfaat membuat kebeteanku tersalurkan. media yang tepat untuk aku marah-marah. instead of ngomongin orang yang bikin aku bete, aku bisa menghina dina buku itu sesukaku. karena hey… buku itu punyaku kan? sudah aku beli kan? berhak aku kritisi dong?

jadi, tips dari aku kali ini, bacalah buku yang tidak bagus saat sedang bete, dan caci makilah ketidakbagusan buku itu sesukamu.

“tapi kan, saat beli buku kita ngarepin buku yang bagus, bukan buku yang jelek. bagaimana mungkin kita beli buku yang jelek yang ga sesuai sama selera kita?”

tenang saja… solusinya ada.

1. jadi, kalau kamu beli buku, terus kamu baca dan baru beberapa chapter/halaman/kata/kalimat kamu udah ngerasa itu ga bagus, stop dulu bacanya. simpan buku di tempat yang tidak terlalu mudah dijangkau tapi juga ga nyelip-nyelip amat sampai ga bisa ditemukan.

2. beralihlah membaca buku lain. kamu bisa beli lagi, atau sekedar pinjem buku yang direferensiin orang yang kamu percaya (disarankan orang yang satu selera sama kamu). ini berguna untuk mengobati luka hatimu karena dikecewakan oleh buku yang jelek tadi.

3. hiduplah lagi secara normal.

4. biarkan bete mendatangimu, sambut dia dengan ikhlas.

5. ketika bete akhirnya menyapamu, sapalah kembali buku jelekmu tadi, dan limpahkan semua kebeteanmu di dalamnya. kamu bisa menggunakan pensil atau pulpen untuk menyoret-nyoret buku itu dan biarkan benakmu yang marah yang berpikir.

6. harap dicatat, ketika kamu melampiaskan kebeteanmu itu, usahakan menulis dengan benar setiap kata alih-alih membuat lukisan abstrak, karena kata-kata itu mewakili perasaanmu dan dengan begitu kamu bisa benar-benar menyalurkan ketidaksukaanmu atas situasi yang membuatmu bete.

7. saran aku sih, salurkan dalam bentuk kritik terhadap buku itu, bukan terhadap situasi yang membuatmu bete. kenapa? karena dengan mengkritisi buku itu, selain pikiranmu teralihkan, kamu juga bisa menyadari bahwa masih ada hal lain yang tidak menyenangkan di luar situasimu sendiri. ketika kamu selesai menghina-dina buku itu, kamu baru akan sadar bahwa kemarahanmu terhadap situasi yang kamu hadapi ternyata sudah surut sekian level.

apa yang aku sarankan tadi, baru banget terjadi, jadi aku langsung tulis. bukan saran dari orang lain, bukan berdasarkan pengalaman orang lain

juga, murni dari pengalamanku sendiri. jadi yah…aku berani bilang. di sini aku juga jadi sadar bahwa sesuatu yang membuatmu bete itu terjadi hanya sekejap. kamu bisa bete karena kakimu diinjak orang, atau orang bau ngetekin kamu, atau karena rencanamu ga berjalan sesuai rencana, tapi aku yakin, semua itu terjadi hanya dalam batasan waktu yang sempit. yang tertinggal lama adalah memori dan rasa bete. rasa bete bisa menghantuimu bahkan sampai bertahun-tahun dan kamu ga bisa ga bete kalau memori tidak menyenangkan itu datang. kalau rasa betemu bisa langsung dikurangi setelah kejadian, hal itu tidak akan terlalu traumatis bagi jiwamu dan itu sangat melegakan. suatu saat nanti, waktu kamu ingat memori yang tidak menyenangkan itu, kamu akan ingat apa yang sudah kamu lakukan untuk menghilangkan betemu dan bahkan bisa membuka lagi ‘dokumentasi’ pelampiasan betemu. harapannya, setelah itu, kamu bisa tersenyum dengan lebih ringan.

whoaaa kenapa jadi ilmu psikologi gini? tapi yah… harapannya sih bisa begitu. buat aku sih begitu. dan bisa ngebantu juga.

.

grin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s