memohon kemudahan

kata orang yang lebih pinter dari aku, tidak usah memohon yang mudah, karena sesuatu yang mudah itu, mudah pula sudah (berakhir) nya. memohonlah yang susah, karena dengan mengalami susah, lebih banyak hal dan bekal yang kita dapat sehingga secara kualitas kita lebih unggul, dan dengan begitu kita lebih susah pula untuk lengser dari hasil yang kita idam-idamkan.

menurut aku, itu benar.

contoh konkritnya, artis. semua orang juga sudah sadar sekarang bahwa menjadi artis itu gampang. artis instan merajalela. ada artis tv, ada artis film, ada artis twitter, macem-macem. mudah pula caranya. tapi seorang artis yang muncul instan biasanya hanya menghasilkan satu karya lalu sudah, habis masa jayanya. ambillah contoh lebih khusus lagi: penyanyi. bandingkan briptu norman dengan ruth sahanaya. briptu norman cepet banget ngetopnya, lewat video doang. uthe juga ngetop, papan atas–sekarang. coba hitung masa berkarir uthe, sudah lama sekali. dengan kata lain, tidak instan. briptu norman mungkin memang bagus, tapi tidak seperti uthe, briptu norma kekurangan satu hal untuk tetap eksis: ‘tempaan’.

batu kristal, kalau diasah seadanya, orang paling cuman melirik sambil bilang ‘bagus’. kalau diasah betul-betul, penuh teknik, dan berulang kali dicium tajamnya asahan, baru bisa jadi indah luar biasa.

jadi, memohonlah yang susah. gitu katanya.

logikanya sih masuk, tapi prosesnya… hmm gimana ya? hal yang mudah aja kita bisa bilang susah, apalagi kita minta yang susah.

ketika kita menghadapi suatu kendala, orang rata-rata cenderung berpikir bahwa kendala itulah yang paling sulit sedunia. aku ga mau bilang orang lain deh, diri aku sendiri aja contohnya. padahal cuma kebingungan hp kok ga bisa dinyalain. kayaknya langsung deh tuh, down banget. yang mikir ‘kenapa sih aku ga pernah punya hp bagus?’ lah, yang ‘apa tanganku tangan panas ya, kok barang-barang banyak banget yang cepet rusak di tanganku?’ lah, sampe yang ‘perasaan semua orang bisa punya hp bagus biarpun duitku (kayaknya) lebih banyak.’ negatif banget, kan?padahal masalahnya cuma: hp ga mau dinyalain.

ruwet dan kusut banget pikiranku waktu hp-ku ga bisa dinyalain. banyak banget pikiran negatif berseliweran. sama sekali ga kepikiran apa hikmah di balik hal itu. hanya tahu bahwa ada masalah dan itu membuat napasku tercekat (gila, emang aku inget semua nomor kontak di hp???). rasanya, seluruh dunia langsung berubah memusuhiku. langsung sebel, mood swung drastically into evil, consuming, swallowing me deep, deep down.

biarpun akhirnya kepanikanku berlalu (kayaknya ga perlu ya dikasih tau bahwa hp ga mau nyala karena yang dipencet bukan tombol power melainkan tombol mute?), tapi pikiran-pikiran negatif itu setia bertahan dan muncul ke permukaan quite often.

yah, kira-kira gitu itulah kalau kesusahan sudah melanda. ga inget bahwa masih banyak banget orang yang punya hp biar udah butuh banget. ga inget bahwa masih ada orang yang pusingnya karena penisnya mau diamputasi (mentang-mentang baru baca artikel ini tadi pagi)–kan lebih berat daripada hp ga bisa nyala. ga inget bahwa pakistan barusan gempa 7,7 sr. ga inget korban penyanderaan penembakan di mall di afrika sana. haduh, manusia (aku) memang sangat egois yak?

lalu bagaimana aku akan bersikap kalau serius nantangin minta yang susah?

itu membuat aku bingung.

suatu saat ketika sedang berdoa, aku terbata ketika minta kemudahan. ya tuhan, beri aku kemudahan… lalu berhenti. keserakahan muncul: aku ga mau dapat sesuatu yang mudah hilang juga.

ya tuhan, berilah aku kesulitan… lalu berhenti lagi. kemalasan timbul: lah, gimana aku menyelesaikan masalah nantinya?

akhirnya, dengan seenaknya, aku minta: ya tuhan, berilah aku hasil dari kesulitan dan dalam meraihnya, berilah kemudahan bagiku.

astaga… setelah kalimat itu meluncur, aku jadi bingung sendiri akan hasil seperti apa yang mungkin aku terima nantinya.

ujung-ujungnya aku terbata menjelaskan pada tuhan, “eh, maksudnya gini, tuhan… ng, anu… itu… gini lho tuhan…”

terakhir, aku baru sadar aku sudah duduk menengadahkan tangan berdoa selama bermenit-mening sambil kebingungan sendiri.

.

krik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s