we’re just ordinary people

kalimat paling nggak berguna di dunia: “we’re just ordinary people.”

itu adalah status bebe yang kubuat pagi ini. tindakan itu timbul setelah membaca, tapi pemikirannya sendiri sudah lama sekali terpatri di otak sampai hampir seperti pegangan.

tidak ada sesuatu pun yang biasa di dunia ini. pandangan general ada karena manusia memilih untuk memudahkan semua hal yang dianggapnya sulit. spesies manusia sendiri itu rumit dan penuh detil. hanya karena kita pikir terlalu merepotkan untuk tidak abai terhadap detil dan kerumitan itu, maka kita menciptakan istilah ‘manusia biasa’. untukku, itu hampir seperti cemoohan.

gaya bercerita paling basi menurutku adalah gaya bercerita yang diawali dengan: “aku hanya cewek biasa,” atau “andi tidak lebih dari pelajar biasa,” atau “kita semua manusia biasa.”

seringkali, cerita yang diawali dengan kata-kata itu biasanya justru menceritakan ketidakbiasaan pihak yang dibilang biasa tadi. absurd, aneh, unik, khas, ajaib, kenapa tidak berani menyatakan itu saja, alih-alih? saking seringnya sesuatu digambarkan sebagai ‘biasa-biasa aja’, sekarang aku selalu membayangkan siapapun yang mengatakannya, melakukannya dengan ekspresi sinis yang mengejek. sebab, hey, tidak ada orang yang bermaksud menceritakan sesuatu yang biasa. kamu tahu kemana hal biasa mengendap di bilik memori kita? mereka diendapkan di bagian kebutaan.

sesuatu yang biasa tidak kita rasakan, tidak kita perhatikan, tidak menarik-narik saraf gairah di dalam otak. sesuatu yang biasa langsung ‘syuuut’ meluncur bebas ke bagian ritme. stabil, rutin dan terlupakan. hal yang paling dekat saja: bernapas, cara mengunyah, kedipan mata. hal-hal itu hal-hal biasa yang ga ada riak kejutnya (atau paling tidak, ga sebanyak yang diperlukan untuk dikategorikan sebagai tidak biasa), maka hal-hal tersebut langsung menuju ke sisi buta dari benak kita.

lalu, ada lagi hal-hal yang mencakup ruang lingkup yang lebih luas dari sekedar diri sendiri: keluarga, teman sekolah/kuliah/kerja, kegiatan berangkat sekolah/kuliah/kerja, kegiatan berjalan, kegiatan-dan-orang-lain-yang-jadi-keseharian lainnya. seberapa banyak hal rutin yang bisa selalu kamu ingat untuk mengejutkan benakmu? hmm, bisa jadi jawabannya tidak ada.

padahal, kalau kamu sadari, seberapa sering pun kamu melalui rute yang sama, tidak mungkin kamu menapak di titik yang persis sama seperti sebelumnya. itu, perbedaan-perbedaan kecil itu selalu membawa ritme yang berbeda pula di langkah kamu berikutnya, tapi kamu hanya berpikir: “jalan yang sama, rute yang sama, hal yang biasanya.”

well, biasa is bullshit in my opinion.

sedatar dan semainstream apapun sesuatu/seseorang, tidak ada yang namanya “just ordinary”. kenapa men-generalisasi kalau bisa mendapatkan warna yang dinamis dengan spesialisasi?

oke, sekarang pembahasannya sudah terlalu abstrak. mari kita belok lagi ke hal yang (mungkin) lebih gampang dicerna. mari kita ambil contoh: sebuah cerita. mulailah cerita dengan berkata, “ini sebenernya hal yang biasa.” pasti kelanjutannya adalah bukan tentang hal yang biasa. apa namanya itu kalau bukan lagi ngejek?

atau ambillah seseorang. “dia cuman cewek biasa!” kamu bisa bilang. well, hey, kalau dia benar-benar biasa, kamu nggak akan memperhatikannya kan? siapa ‘dia’ di sini? cewek yang merebut pacarmu? cewek yang menjadi idola? cewek yang kamu lihat di tivi? cewek yang jadi tokoh utama sebuah skenario drama? asal kamu mau menerima saja, semua hal yang tertera di belakang kata ‘yang’ di semua pertanyaan tadi adalah tepat apa yang membuat cewek itu bukan cewek biasa.

dalam realita hidup: ada orang berkuasa, ada orang biasa. siapa sih orang biasa itu? siapa di sini yang biasa? bukankah orang yang sanggup membuat orang lain tampak luar biasa karena sorotan sudah membuat si penyorot itu sendiri sebagai orang yang tidak biasa? bukankah itu menunjukkan kekuatan dan kekuasaan? kekuasaan untuk membuat orang lain lebih tinggi dari dirinya?

muter-muter? gini: ada seorang nenek. pakai celana panjang, baju rapi tapi longgar, rambut dipotong bob atau dicepol sederhana di tengkuk. beliau memakai kacamata, berwajah adem dan tenang, duduk tak bergerak di bangku. lalu ada penguasa politik, berwibawa, gagah, pintar orasi, berpandangan luas dan maju, punya misi. si nenek, mendukung si politisi. si politisi akhirnya menjadi luar biasa dan mampu mempengaruhi banyak orang. sebutkan siapa yang orang biasa-biasa saja di sini? apakah si politisi? karena dia seperti politisi kebanyakan, biasa aja? atau si nenek yang aktivitas hidupnya nggak mempengaruhi siapapun kecuali (katakanlah) keluarganya? yang jelas, tanpa si nenek, bisa jadi si politisi nggak menang, dan tanpa si politisi, mungkin si nenek nggak akan berwajah adem karena bisa duduk tenang di atas bangku.

satu kata-kata temenku yang membuatku ingin mengutipnya (walau ini adalah kalimat standar): “terlalu banyak kebetulan di dunia ini yang nggak bisa dijelaskan.”

pernyataan itu membuat saya lantas berpikir bahwa tidak ada kebetulan, hanya ada rencana tuhan. rencana tuhan begitu detil dan sempurna, termasuk menciptakan dan melibatkan ciptaannya sesuai dengan fungsinya masing-masing. bahkan untuk hal paling tidak berarti sekalipun.

aku percaya bahwa setiap sesuatu adalah istimewa karena fungsinya sendiri. sesuatu itu bisa hal hayati, bisa materi non-hayati. tidak ada hal biasa di dunia ini karena hal-hal yang demikian banyaknya sudah memiliki porsinya sendiri untuk melengkapi hal lain. mungkin keistimewaan sendiri bisa dibilang sebagai ‘keistimewaan yang biasa’, sama seperti bagaimana sesuatu yang sempurna baru bisa disebut sempurna jika punya ketidaksempurnaan.

atau mungkin hal itu terlalu rumit untuk dipikirkan lagi? entahlah. yang jelas, aku nggak bisa bilang suka pada kalimat: “we’re just ordinary people.” because we’re simply not.

.

that

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s