[review] o beautiful

jadi aku abis nonton film pendek yang ngangkat gay theme. judulnya o beautiful. secara singkat, aku artiin aja keterangan di youtube-nya ya:

seorang remaja ditinggalkan di sebuah ladang setelah diserang secara brutal oleh beberapa teman sekelasnya. seorang teman sekelas lainnya datang untuk menolong anak itu setelah kekerasan itu terjadi, tapi tidak semua hal seperti apa yang tampak di permukaan.

film ini relatif singkat. hanya 30 menitan. dibandingkan film lainnya yang pernah aku tonton, ini termasuk yang pendek. tapi bukan berarti karena pendek maka dia nggak bagus. sebaliknya malah, film ini berhasil menyampaikan hal-hal yang nggak terkatakan tanpa perlu kata-kata.

kok aneh ya? haha, ya udah, pokoknya gitu deh.

sejak awal aku udah bisa ngeliat bahwa dari segi talenta, para pemeran di film ini bagus banget. brent (ato brand? idk, idc, not really) bisa nunjukin ketakutan, rasa terintimidasi, dan depresi yang bagus banget. setelah itu, pemeran kedua (pemerannya cuman dua), andy, bisa nunjukin rasa dilematis yang keren banget. walaupun film ini nggak ada musiknya, nggak ada sorotan-sorotan close up yang berlebihan, tapi aku nggak bisa lepas dari layar, menantikan apa yang akan diucapkan keduanya selanjutnya.

film ini isinya percakapan doang. percakapan verbal, percakapan gestur, percakapan ekspresi dan percakapan mata. satu yang paling aku suka dari sebuah film adalah ketika dialognya nggak perlu panjang-lebar-detil, tapi penonton bisa langsung ngerasain apa yang sedang terjadi. inilah kenapa aku bilang film ini keren banget. karena itu.

emosi brent dan andy terpampang jelas. aku berasa jadi orang di pinggir jalan yang menyaksikan pertengkaran dua orang kekasih. hanya saja, mereka berdua bukan kekasih.

orang bilang, chemistry-nya dapet. di sini, brent dan andy nggak perlu bertingkah seolah mereka kekasih, karena peran mereka emang bukan sebagai pasangan, tapi ikatan antara dua orang yang memiliki masa lalu paralel itu kuat banget. pokoknya, dari segi akting, standing ovation deh dariku.

sama seperti film bertema homoseksual lainnya, film ini juga bernuansa suram. kayaknya sih udah umum ya, kalo sebuah film pendek itu nuansanya suram. tapi, ini seperti tamparan dingin di malam sepi di tepi jalan entah dimana. tajam, mengena, bikin bangun. bukan pesannya yang luar biasa (meski mungkin bagi sebagian orang film ini punya pesan moral yang tinggi, hanya bukan di mataku), tapi lebih pada gimana sebuah koneksi singkat, 30 menit, di malam yang dingin bisa digambarkan dengan begitu penuh emosi.

selain itu, ada hal lain juga dari film ini yang menurutku lumayan beda dari yang lain. film ini diambil dari dua sudut pandang. tidak ada yang dikalahkan dalam proses interaksi antara brent dan andy. aku baru sadar setelah film ini hampir berakhir bahwa dengan penggambaran seperti itu, film ini terasa lengkap. aku memahami sudut pandang brent, dan aku ngerti pola pikir andy. meski nggak ada rasa pilu kayak ditarik-tarik di dalam dada, di akhir film aku cukup kaget waktu pipiku basah. bukan filmnya cengeng, oh, nggak sama sekali. tapi rasanya kayak… kesel dan sedih di saat bersamaan, sebab kenyataan bisa jadi sangat nggak punya hati.

film ini aku kelompokkan dalam g-rating. atau yah, pg-15 lah, kalo standarnya fanfic indonesia (hey, i’m a writer, not a movie-maker). tidak ada adegan eksplisit dalam film ini. kalau kalian mengira interaksi intim antar-pria itu menjijikan, di sini, interaksi itu terjadi tapi jauh sekali dari kesan menjijikan. malah mungkin akan bikin geregetan. tenang aja, nggak ada eksposur organ-organ seksual tubuh kok, jadi cukup aman.

kalau mau nonton, silakan. bukan film yang jelek, kataku. karena kalau aku bilang bagus, itu selalu bernilai ‘relatif’.

.

go!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s