deja vu

aku bukan mau sok cenayang-an ato apa, tapi banyak banget hal yang berkaitan sama hidupku dialami dengan iringan deja vu. deja vu yang seperti apa? 70% dari itu semua aku sadar sudah pernah aku alami/liat/rasakan lewat mimpi.

mimpiku bukan tipe mimpi beraturan. kadang, aku sadar sedang bermimpi, kadang aku melihat ribuan potongan gambar bergerak, kadang aku ga ingat mimpi apa, kadang bahkan aku ga ingat aku mimpi atau ga malemnya. mungkin kalo mau dibikin absurd, aku bisa pakai istilah ‘bukan fanatik tipe mimpi tertentu’ untuk ngejelasin mimpi-mimpiku. tapi yang jelas, banyak mimpiku yang aku tahu menjadi kenyataan. saat di dunia mimpi, aku sadar bahwa itu hanya mimpi dan bahkan bukan hal yang pokok dibahas dalam mimpi (emang hal yang pokok dibahas dalam mimpi itu apa -____-“), tapi kemudian saat akhirnya momennya kena, aku tahu aku sudah pernah memimpikan hal itu.

sebagai contoh, aku ingat ketika aku smp, aku bermimpi tentang pemandangan terbuka yang sangat luas dengan hamparan rumput hijau yang agak kecoklatan. langitnya sangat biru luar biasa luas, lalu jalan yang aku lalui sangat lengang, lurus dan lancar. semua itu hanya bagian kecil banget dari mimpiku ketika itu, tapi anehnya, tepat seperti itulah pemandangan yang aku lihat ketika pertama kali menginjakkan kaki di negeri orang. pertama kali ke luar negeri, pergi sendiri, bahkan ga punya alat kontak apapun (hey, hp-ku mati!) dan aku terbengong-bengong bukan karena takjub akhirnya aku bisa ke luar negeri, tapi lebih karena aku tahu pemandangan ini, aku tahu apa yang akan terjadi berikutnya, dan aku tahu aku akan baik-baik saja karena di mimpiku saat itu, aku totally baik-baik saja.

masih banyak kejadian lain. banyak banget. dari yang seneng, sampe yang nyebelin kayak kena marah, diajakin berantem, kena pukul, … buset, kok barusan kayaknya aku bandel banget ya? yatapi pokoknya intinya gitu lah.

biasanya, mimpi (bukan cita-cita ya, mim-pi) yang jadi kenyataan mimpi yang aku ga sadar relasinya ada dengan dunia nyata. dan itu selalu masa depan, dan hanya tentang aku. aku punya teori sih: karena mimpi itu akan terjadi di masa depan, dengan pengetahuan alam sadarku yang masih belum menjalani masa depan, maka mimpi itu tampak tidak relevan dengan kehidupanku saat bermimpi; baru setelah kejadian aku menyadari bahwa aku pernah tahu ini akan terjadi.

damn, don’t you think it’s kinda weird and scarry? in a fun way, for me. will i ever dream the moment i’m dying? gee..

ga lah. ga mau lah ngeliat yang begituan dulu.

yang jelas, setiap aku mengharapkan memimpikan sesuatu, biasanya itu mimpi absurd yang justru ga pernah kejadian (atau bakal kejadian tapi mungkin masih sekian puluh tahun lagi–hey, that’s some thought! that way i have hope to live decades longer!). masalahnya, kadang aku ga sabaran. aku menginginkan penglihatan tentang sesuatu yang aku tahu kapan tepatnya akan terjadi. is that even possible? ini bukan menjadi peramal atau apa, tapi ini hidupku dan kurasa bersiap-siap menghadapi masa depan bukanlah hal yang buruk, iya kan? lagi pula toh aku tidak bisa ‘melihat’ masa depan orang lain.

aku percaya bahwa tidak ada yang namanya kebetulan. rencana tuhan luar biasa sempurnanya hingga dia bisa mengatur peristiwa melalui gen, dna, dsb.

begini, katakanlah aku. aku diciptakan dengan gen penggugup dan tidak sabaran. gen itu mengatur keseluruhan hidupku di masa depan. gen penggugup itu berkombinasi dengan ribuan gen sifat lainnya di dalam tubuhku, mengirim rangsangan fisik ke dalam otakku. otak adalah pusat kendali, kan? nah, rangsangan otak ini punya hitungannya sendiri mengenai kondisi alam di seluruh bumi karena kita semua berasal dari pabrik yang sama. dia punya data-data (mungkin) seluruh karakter manusia karena tuhan sudah menciptakannya begitu. setelah mengalkulasikan semua perkiraan berdasarkan data yang ada, maka otak berhasil menciptakan gambar-gambar prediksi ke alam bawah sadar. gambar-gambar prediksi inilah yang menjadi mimpi. mimpiku, karena kita lagi ngomongin mimpiku.

yah, mungkin kira-kira begitu. masih akal/ga sih? atau terlalu science fiction? tapi emang misteri otak sudah terbedah semua? kayaknya belum deh. dan agak susah bakal menguak semua misteri itu karena bukankah ilmu tuhan itu, bahkan dengan seluruh air samudra dijadiin satu untuk dipakai sebagai tinta untuk menulis, tetap akan kurang? otak kita seberapa gedenya untuk menampung seluruh isi bumi–eh, samudra aja deh–sampe ke partikel-partikel yang paling kecil?

meneliti otak itu kayaknya menarik banget yah? mungkin itu bisa jadi pertimbangan tentang apa yang akan aku lakukan selanjutnya: membedah otak.

aduh, ketusuk peniti. huaaa berdarah!!! #pingsan

#nggakmungkindeh #kamumau #bedahbedahotak

.

misteri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s