mau

mau itu tapinya ada 3:

george kecil berteman dengan patrick–patrick kecil, kalau itu dipermasalahkan–dan mereka berteman baik sekali sampai-sampai patrick selalu mencium george dan mengatakan bahwa meskipun george adalah anak laki-laki tapi patrick berpikir bahwa george ‘cute‘. mereka sangat menyukai satu sama lain dan tidak bisa dipisahkan sampai ayah patrick memutuskan dia harus meningkatkan karirnya di luar kota. patrick pergi meninggalkan george yang menangis di halaman rumahnya sambil dia sendiri menangis menatapi sosok temannya yang terlihat terus mengecil di kejauhan dari dalam mobil. george tidak pernah melihat patrick lagi sampai dewasa dan tubuhnya melemah akibat usia. dia tidak pernah tahu bahwa patrick akhirnya menikah dengan seorang wanita dan memiliki tiga orang anak, bercerai dan menikah lagi tapi kali ini dengan seorang pria. baik george maupun patrick, tetap menyimpan sebuah perasaan hangat yang mengingatkan pada masa lalu tapi tidak pernah benar-benar lagi merasakannya. mereka ingin merasakannya lagi secara nyata, tapi tak pernah ada kesempatan untuk melakukannya. sampai pada akhirnya george dan patrick ditinggalkan di pusara, keduanya hidup terpisah sambil meninggalkan kenangan kecil yang samar.

di sisi lain dunia ada dwita. dwita seorang gadis kecil yang cengeng. dia senang kemauannya dituruti dan suka berperan martir. sejak kecil impiannya adalah pergi ke luar negeri. dalam kepala kecilnya itu dia hanya punya satu angan-angan, yaitu ke luar negeri di mana bukit-bukit menggunduk dengan rerumputan hijau. dwita kecil bermain sepeda sambil membayangkan musim semi sebagaimana yang didengarnya dari cerita-cerita orang dewasa. dia membantu ibu beli garam ke warung sambil mengandaikan salju yang turun lembut seperti yang ditontonnya di film home alone. dan dia masuk sekolah dengan semangat belajar bahasa inggris yang tinggi. masalahnya adalah, tidak satupun dari kedua orang tua dwita yang memiliki cukup uang untuk membayarkan uang wisata sekolah ke yogyakarta, jadi logikanya, tidak mungkin dwita–yang sekarang sudah remaja–bisa pergi ke luar negeri saat jalan-jalan dengan temannya saja sudah jadi tantangan berat. jadi dwita terus bermimpi; hatinya kecewa, tapi dia terus bermimpi. dalam dirinya tersirat pikiran: ‘hanya mimpi pun tak apa’. hingga dewasa dwita terus bermimpi, terus dan terus. lalu suatu hari, dalam kesibukannya menyelesaikan sekolah, dwita dipanggil oleh dosen pembimbingnya yang berkata: ‘bulan depan kamu pergi ke norwegia, beasiswa untuk jenjang mastermu sudah disetujui. besok kamu ke kedutaan mengurus visa.’ dwita akhirnya pergi ke luar negeri.

sasuke memiliki kisah yang lain. ayahnya karyawan perusahaan biasa, ibunya adalah ibu rumah tangga. dia anak satu-satunya. secara alami, sasuke adalah anak penurut. dia melakukan apa yang disuruhkan padanya dan cenderung diam saat tidak disuruh melakukan apa-apa. hobinya adalah menonton kartun di televisi dan idolanya adalah chin-chin si polisi galaksi yang cantik. jika ada perempuan yang pernah benar-benar disukai sasuke, itu adalah chin-chin. sasuke selalu memimpikan akan bertemu chin-chin suatu saat nanti. dia ingin chin-chin menatapnya dengan mata berbinar dan menemukan kualitas terbaik dari dirinya sebagai seorang lelaki. sasuke mengidamkan chin-chin menjadi istrinya dan bersama mereka hidup bahagia selamanya. sasuke tidak pernah bermimpi yang muluk-muluk, cukup dirinya, chin-chin, dan kehidupan mereka. yang menjadi halangan adalah, sasuke tidak punya potensi. atau sebetulnya dia punya, tapi tidak pernah dikembangkannya. sasuke menjalani kehidupannya dengan rutin: bangun, kuliah, belajar, pulang, tidur, nonton ulang chin-chin, makan malam, tidur, besok kuliah lagi. setelah selesai kuliah pun, sasuke hanya berjuang untuk mendapatkan pekerjaan dan bukannya berjuang untuk mendapatkan ‘pekerjaan yang diinginkannya’. sasuke mencintai chin-chin dengan cara berulang kali menonton acaranya dan hanya itu. sasuke bahkan tidak berusaha pergi saat ada acara jumpa fans dengan chin-chin. sampai usianya setengah baya, sasuke terus bermimpi hidup saling mencintai dengan chin-chin dan di kepalanya dia memiliki banyak sekali bayangan ‘seandainya’. dalam kehidupan sebenarnya, sasuke tinggal bersama dengan seorang wanita yang mau hidup dengannya karena sasuke tidak merepotkan, menikah dengannya saat anak mereka hampir lahir, dan membesarkan putri mereka satu-satunya itu a la kadarnya sembari bekerja sebagai karyawan kantoran biasa yang tidak menonjol. chin-chin selamanya menjadi mimpi bagi sasuke.

.

mau itu tapinya ada 3:

1. mau tapi tidak ditakdirkan untuk itu

2. mau tapi jalannya harus berputar

3. mau tapi malas berusaha

maumu yang mana?

.

ng?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s