cina bukan cina

ini akan menjadi topik yang sensitif. 

apabila ditilik komposisinya secara garis besar, masyarakat indonesia terdiri dari 50% keturunan cina. meski aku tidak melakukan penelitian akurat mengenai ini, tapi aku yakin hampir 100% mengenai hal ini. bahkan penduduk yang katanya asli pun sebenarnya banyak yang adalah keturunan cina. sebut saja orang-orang palembang, manado dan betawi. banyak dari mereka sudah memiliki darah orang cina di dalam tubuhnya.

apakah ini menjadi masalah? seharusnya bukan. seharusnya ini hanya menjadi pengetahuan yang memperkaya kebijaksanaan moral kita sebagai bangsa indonesia.

sayangnya, sering kali hal ini masih menjadi hal memancing masalah. sering kali aku mendengar orang-orang di sekitarku berkata, “dasar cina.” baik itu ditujukan langsung pada yang bersangkutan, maupun sebagai hinaan terselubung.

sekarang, kenapa mendadak aku mengangkat tema ini? jawabannya ada dua dan tidak aneh-aneh.

  1. masalah “cina bukan cina” ini sudah lama menjadi hal yang kerap mampir di pikiranku yang suka mengawang-awang kala beraktivitas.
  2. hari ini aku habiskan untuk blogwalking ke blog-blog yang entah kenapa selalu menyebutkan masalah “cina bukan cina”.

dari sudut pandang pribadi, aku sering berpikir bahwa bangsa indonesia ini lama-lama bakalan seperti singapura di mana segala aktivitasnya akan berkaca dan berkiblat pada cara berpikir orang-orang keturunan cina. tentu saja ini pemikiran ekstrim dari pikiran yang lelah, tapi tak urung pemikiran begini membuatku setengah bangga dan setengah menyesal. bangga karena kalau sudah sampai seperti singapura maka tak diragukan lagi indonesia akan masuk dalam jajaran negara yang oleh orang-orang disebut sebagai bangsa maju. menyesal karena sempat terpikir akan tersisih kemana kebudayaan-kebudayaan melayu yang awalnya mendasari bangsa ini?

sebenarnya banyak sekali hal-hal yang ingin aku bagi di sini, tapi karena takut dianggap menyulut tema rasis, aku tidak akan mendeskripsikan lengkap-lengkap mengenai “cina bukan cina” ini. sebab memang bukan itu niatku. aku akan menyajikan beberapa poin saja antara ras “cina” dan “melayu” yang ada di indonesia yang menurutku adalah sumber masalah yang nggak selesai-selesai. biar kalau ada yang baca, mereka yang menilai sendiri.

cina:

  • pekerja keras, sampai suka dibilang ‘ngoyo’
  • pantang menyerah
  • berjiwa sangat kompetitif
  • berorientasi pada keuntungan sebab keuntungan membawa kebaikan hidup. sedemikian sukanya sampai digolongkan kapitalis
  • tidak suka dibedakan tapi entah bagaimana sering mengekskusifkan diri

melayu:

  • moody workers. perasaan enak, jalan. perasaan ga enak, ga usah jalan.
  • toleran sampai taraf ‘nrimo’ dan kalah mengalah
  • tidak terlalu suka berkompetisi. paling tidak, tidak secara blak-blakan.
  • berorientasi pada kedamaian bahkan jika damai berarti sedikit tertinggal dari bangsa lain
  • suka dengan hal-hal yang berbeda dari luar tapi begitu yang berbeda itu menonjol dan unggul, langsung nggak suka.

bagian melayu dalam diriku merasa bahwa orang-orang (yang mengaku) pribumi terlalu santai dalam menyikapi hidup. capek dikit, nyerah. sakit dikit, brenti. nggak enak dikit, ngambek atau paling parah, protes anarkis. padahal sikap seperti ini, di jaman seperti ini, beneran cuman bikin kita nggak akan pernah naik kelas dari bangsa pekerja/buruh. kapan mau jadi tuan kalau mentalnya mental buruh terus?

bagian cina dalam diriku merasa bahwa kadang aku nggak berperasaan. di saat orang-orang itu begitu toleran, aku menguras semua sumber daya mereka. lalu kalau ada apa-apa juga relatif lebih percaya pada cina daripada yang bukan cina, seolah integritas pribumi segitu rendahnya. padahal pemikiran seperti inilah tepatnya yang bikin aku selalu merasa berbeda. sekali diri merasa berbeda, pasti orang lain juga akan menganggapku berbeda. susah membaur.

ini seperti lingkaran setan. poin masing-masing membuat frustasi tapi juga agak susah menemukan titik damainya. seolah semuanya hanya berakhir dengan poin negatif.

apa ini bisa dibilang curhat? atau sekedar gumaman sampah?

nggak tahu. yang jelas biar sedikit, pemikiranku udah aku keluarkan dan nggak terus menggenang memancing jamur di benak.

.

fyuh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s