[about] marriageable reviews

well, aku belum selesein baca buku ini dan lagi-lagi menyesal karena sudah menyerah pada nafsu untuk membaca review-reviewnya, mem-browse profil penulisnya, dan mencari produk tulisannya yang lain.

oh come on, too many spoillers! begitu aku pikir. dan yang bikin aku sebel, aku mulai terpengaruh dengan omongan ‘mereka’ (all of mereka) mengenai buku ini. yang suka, yang nggak suka, yang memandang rendah, yang berpikiran buku ini jenius. sebel. karena aku jadi ‘berprasangka’ macem-macem mengenai buku ini. setelah satu tahun lebih menahan diri nggak baca buku ini untuk membacanya di momen yang paling tepat, aku harus ter-pe-nga-ruh oleh kata orang?!!

hell won’t. so aku berhenti baca reviewnya, berhenti gugling, dan mulai menyimpan buku ini untuk kembali dibuka di saat-saat yang paling kubutuhkan. karena dari beberapa lembar yang sudah kuperawani, so far so good. terlalu mubah untuk dibaca terburu-buru.

eniwei, teteup ya, bukan aku kalo nggak komplen. apa tuh komplennya? komplennya adalah:

aku sebel banget sama mereka yang ngasih review (atau lebih tepatnya sih: opini) lengkap dengan konten “belum jadi situasi aku sih,” atau, “aku masih belum tiga puluh sih,” atau, “ternyata jadi tiga puluh tuh sampe segitunya ya, soalnya kan aku nggak tau karena belum tiga puluh.”

uasssyyyeeemmmm!!!

heh kalian! dengarlah kutukanku ini: tiga puluh (an) pasti akan mendatangi kalian dan kalian nggak bakal sadar bahwa ternyata setan itu sudah mendatangai kalian!!

the_devil_within

.

huh!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s