orang-orang yang sulit aku sukai 2

sikap yang nggak aku sukai dari orang lain edisi lanjutan:

4. mereka bilang: “eh besok sabtu kita jalan yuk. aku pengin makan shabu-shabu.” aku bilang oke. sepanjang minggu lantas aku memikirkan caranya (mengingat yang ngajak adalah orang luar kota). aku rencanain ini-itu, caranya, budgetnya, lalu hari jumat aku samperin mereka. “eh tapi kita pengin ikut si om deh, jalan dulu. kita jalannya sabtu aja ya.” aku mikir ‘what the fuck’. apa maksudnya ‘kita pengin ikut om’? ga ada ya niat ngasih tau dulu? ga ada minat nanya dulu gitu, kira-kira kalo rencananya berubah gimana? terus hari minggunya, lagi-lagi mereka bilang: “eh, besok kita ke anu dulu baru makan shabu-shabu ya, soalnya kita ada butuh nih.” asdfghjk!!!!! mesti ngerencanain hal lain lagi, gitu??!!! mikir nggak sih, jakarta nggak selebar daun kelor apalagi daun cabe!!! emang kalian mikir dalam satu hari bisa dapet berapa tempat?!!!!

note: sebelumnya udah ditanya lho, abis makan shabu-shabu mau ke mana lagi? dan jawaban mereka “nggak ada sih. kita sih cuman pengen itu aja.”

imo: anak jaman sekarang emang punya level sopan-santun yang rompel di sana-sini. gimana sih orang tuanya ngajarin mereka?!

.

5. aku bilang ke temen ini bahwa aku liburan ke malaysia. terus dia bilang: “ah… malaysia mah… panas, palingan nggak jauh beda dari jakarta. aku mah kalo liburan maunya ke amerika langsung.” ng…oke. terus lain kali aku bilang, aku dapet sepatu murah. dia terus bilang: “nggak tau kenapa ya, gue nggak bisa tuh pake sepatu begituan. kaki gue pasti menderita. kaki gue nggak tau nih, sukanya ngajak bangkrut, maunya pake sepatu bermerek, kalo nggak bermerek alergi kali.” dalem ati aku mikir bahwa aku sih beruntung bisa pake sepatu murah. di saat lain, kita bilang: “makan burger yuuuk!” dia akan komentar: “sorry, gue nggak bisa makan junk food, berlemak gitu dan gue nggak ngerasa sehat makan itu. mending cari resto yang homemade aja, yuk.” diajak makan sushi: “duh, gue nggak suka sushi.” ditawarin keripik kentang kemasan: “euh, nggak deh, makasih.” kita lewat depan tiffany & co, dia bilang: “mimpi aku, aku punya barang dari sini.” aku ajak dia masuk dan coba karena aku pikir apa salahnya melihat mimpi kita lebih dekat. dia ngeliatin aku seolah aku malu-maluin: “lu aja, gue sih ogah. ntar kalo gue udah mau beli, baru.” dalem hati aku mikir kenapa teman satu ini begitu negatif ketika diajak melakukan sesuatu yang mengarah ke positifan.

note: tentang ke malaysia, aku tanya, jadi lo udah ke mana aja (luar negeri) buat liburan? jawabannya: “gue belum pernah ke luar negeri sih.” tentang sepatu mahal: entah kenapa sepatunya shabby-shabby nggak jelas gitu dan bukankah dia harusnya tahu bahwa semua sepatu mahal itu baru kelihatan mahal kalau dia nggak jalan kaki kebanyakan? jumpalitan nggak sih sama pakaian so-so yang dia pakai? tentang makan junk food: apa kabar basreng, keripik-keripik hasil oleh-oleh yang biasa dia makan? kesian banget semua makanan nggak suka; ruginya nggak bisa idup fleksibel. tentang tiffany & co: it happens to every other ambition. it’s like the first thing she’d like to say is everything that against other people kind of thinking. meskipun itu adalah pemiiran yang men-support keinginannya.

imo: she’s a total bummer yang nggak sadar diri.

.

6. aku bertemu orang yang aku kenal belum lama. kami bertatap mata. aku mencoba tersenyum and then nothing happened. maka, ya udah, lain kali aku nggak buang energi lagi buat senyum. bukan benci bukan sakit hati, tapi orang itu nggak memberi kontribusi langsung dalam bentuk apapun dalam kehidupanku. untuk apa? untuk apa aku memikirkan orang yang bahkan untuk membalas senyum aja nggak mau? lalu nggak berapa lama, satu orang ini berubah menjadi beberapa orang. maksudku, aku human. aku bekerja, aku bersosialisasi, tentu aku bertemu banyak orang. i’m giving what i’m receiving, and vice versa. kalau obyeknya adalah ‘baik’, maka aku baikin orang yang ngebaikin aku, dan sebaliknya. ada yang salah dengan itu? nggak semua orang aku baikin, aku senyumin, aku sapa lah. emang mulut gue speaker connected ke perangkat musik? semua orang satu gedung 76 lantai gue sapain semua?! dan ngenesinnya, aku lalu dicap nyebelin. orang pertama tadi, yang aku senyumin nggak bales senyum, lain kali aku ajakin ngobrol (karena momennya tepat, bukan karena aku sksd), sikapnya menghakimi banget, memandang aku kayak aku nggak layak ngajak dia ngobrol.

note: oh there’s nothing to be noted. he is a big one jerk and that’s it.

.

-cut-

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s