bersyukur

bahkan makanan paling tidak enak sedunia pun rasanya menjadi tidak terlalu buruk seandainya dimakan tanpa bumbu ‘keluhan’ dan ‘komplain’. 

manusia menjalani hidup tentu lebih banyak memikirkan susahnya daripada mudahnya. itu semacam kodrat. padahal ketika kita membiarkan jiwa kita yang mengingat kembali semua perjalanan hidup, tentu banyak nikmat-nikmat kecil yang tidak kita sadari sudah kita konsumsi tanpa segan. saat melakukan perjalanan dengan debu memenuhi udara, bukankah kita sudah sangat nikmat diberi hidung normal untuk bisa menyaring sebagian besar materi nggak penting bagi paru-paru kita? sewaktu melangkah ke kampus dan teringat kita lupa mengunci kamar kos sebelum pergi, bukankah itu sebuah nikmat untuk bisa mengingat?

maka ketika tubuh sangat lelah, pikiran demikian penat, di meja maupun kulkas tak ada sesuatu pun yang siap makan kecuali lauk kemarin malam yang meskipun tidak basi tapi lupa dipanasi seharian sementara hari sudah terlalu malam untuk kembali ke luar sekedar untuk membeli sebungkus nasgor agak enak, masihkah kita berhak untuk mengeluh karena terpaksa makan malam dengan makanan tak nikmat sama sekali? ingat-ingatlah di suatu masa kita pernah makan sesuatu yang sangat lezat sampai-sampai tangan kita tak berhenti terulur meski perut sudah sangat kenyang. ingat-ingatlah bahwa hari itu segalanya sangat baik sehingga kita masih bisa membedakan yang enak dan yang sangat tidak enak. berjuanglah menyemangati diri sendiri bahwa makanan sangat tidak enak sisa kemarin malam itu masih ada sehingga perut kita tak perlu merengek semalam suntuk.

makanlah sambil menggerutu, niscaya rasa tidak enaknya bertambah dua kali lipat. cobalah bersyukur atas apa yang enak yang sudah kau dapat hari ini meski itu hal yang sangat kecil seperti kau tidak tiba-tiba diserang gatal di dalam lubang hidung. nikmatilah, karena sama seperti kenikmatan, ketidakenakan itu bukan makhluk mortal. dia ada untuk kemudian menjadi tidak ada suatu saat kemudian.

makanlah sambil mengingat bahwa kau masih bisa makan tanpa selang terselip di hidungmu. itu nikmat, kawan.

.

sangat.

.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s