Having fun making onigiri

Hal yang paling menyenangkan adalah melakukan persiapan untuk sesuatu yang menyenangkan. Contohnya perjalanan. Sekalipun bukan untuk piknik, tapi perjalanan panjang bisa membuat jantung berdetak lebih kencang. Rasa antisipasi yang timbul membuat pikiran aktif merencanakan banyak hal. Bagi sebagian orang, aktifnya pikiran itu semacam candu. Saya adalah partikel kecil dari sebagian orang yang seperti itu.

Esok hari saya hendak ke luar kota. Tidak sendiri melainkan dengan kerabat. Ingat dengan hobi terakhir, saya akhirnya memutuskan untuk membuat bekal. Saya sedang gumbira-gumbiranya membuat nasi kepal.

Persiapan pun dimulai pada petang hari. Rasanya antusias sekali menyentuh lagi peralatan yang selama lebih dari seminggu tak pernah dijamah. Kesibukan menyebabkan saya terpaksa tidak memasak.

20151217_185016Pertama-tama saya memasak nasi. Dengan cara yang lebih tradisional daripada teknologi taruh-beri air-tekan tombolnya. Rebus dulu berasnya baru setelah itu dikukus. Boleh dikata saya kuno, tapi saya senang dapat kesempatan mencuci muka dengan sisa-sisa air rebusan beras. Bertahun-tahun lalu, nenek saya rajin mencucikan muka ibu, membuat ibu jengkel sekaligus penasaran seumur hidup bagaimana rasanya berjerawat. Wajah ibu saya mulus sekali. Mungkin terlambat bagi saya karena tidak setiap hari mencuci muka dengan cikal bakal pitera itu, tapi biarlah, yang penting saat ada kesempatan, saya tak akan melewatkannya.

20151217_185220

Setelah nasi, saya harus membuat isi nasi kepal. Saya suka membuat ini. Bahannya warna-warni dan segar di mata.

20151217_18440020151217_184303
Dan yang paling hebat, saya hanya perlu memotong kecil-kecil bahannya, lalu mulai menumis.

20151217_184559
Mudah sekali!

Setelah semuanya selesai, saya bisa bersantai sambil mulai merencanakan akan bangun jam berapa besok untuk mulai mengepal nasi.

20151202_093744

Menurut saya, tak ada pekerjaan yang mudah. Yang ada adalah pekerjaan yang menyenangkan atau tidak menyenangkan. Saya rasa, sesulit apapun sebuah pekerjaan, jika orang yang melakukannya merasa senang, semuanya akan berakhir dengan memuaskan. Dan saya menemukan resep untuk diri saya sendiri dalam mencari kesenangan itu: menetapkan tujuan. Dengan tujuan, semua liku yang harus kita lalui menuju ke sana akan terasa sarat makna, membuat kita menghargai diri sendiri karena ternyata kita mampu melakukan hal-hal (yang bagi kita) sulit.

.

.yap.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s