Prestasi sebagai isi

lp02

Sepertinya sudah saatnya bagi para wanita menyadari urgensi menjadi berisi. Tidak bicara perihal fisik, lebih kepada gagasan fundamental. Tapi marilah berunut dari sejarah ketertarikan fisik pada wanita.

Dulu kala, pokoknya di masa yang bukan sekarang, seorang wanita dianggap menarik dengan penampilan berbeda-beda. Pada suatu masa, tubuh bulat subur dianggap menarik, di masa yang lain, berubah manjadi tipe tubuh sekurus bambu, kemudian ada pula masa di mana pinggul besar dianggap yang paling oke, di  masa lainnya, bahu lebar lebih dianggap mantap. Lihat kata kuncinya di sana? ‘Dianggap’. Benar sekali, bentuk-bentuk tubuh menuai anggapan-anggapan berbeda di setiap zaman. Tidakkah anggapan senantiasa berubah?

Namun kembali pada isinya wanita. Tentu saat kekurusan adalah anggapan paling populer, kesannya wanita berisi menjadi tidak menarik; benar tidak? Sayangnya, fisik wanita—normalnya—tidak akan hidup hanya pada satu periode anggapan. Selalu akan harus melewati banyak periode anggapan. Ini membuat ketentuan anggapan fisik menjadi tidak terlalu relevan. Sebab akan selalu ada perubahan yang diimani. Ini terlalu rumit untuk dijadikan pedoman hidup.

Jadi, beralihlah ke prinsip. Semasa kuliah, seorang teman laki-laki berkata bahwa secara prinsip dia lebih memilih wanita berpostur kurus. Pasalnya, teman ini adalah lelaki tak terlalu tinggi dengan tubuh bawaan kategori kelas bulu. Dia ingin mencintai wanitanya dengan utuh, termasuk melindunginya. Kalau dia lemah dan obyek lindungannya berat untuk ditangani, akan konyol rasanya. Maka itu adalah prinsipnya. Mungkin itu nafsunya, tapi tidak tahu juga, sebab ada logika yang bisa diterima di sana.

Kini, wanita punya kuantitas yang lebih dominan dibandingkan laki-laki. Paling tidak, tersedia dua wanita untuk satu laki-laki jika diambil rerata. Wanita harus pandai-pandai memilih lelaki yang layak untuk dipersaingkan. Saat banyak lapangan pekerjaan sudah terbuka bagi kedua gender, otomatis wajib pula bagi wanita meningkatkan daya saing. Pola pikir dan semangat juang wanita seharusnya tidak timpang jika harus dibandingkan dengan laki-laki. Maka masalah wanita itu berisi lemak atau otot menjadi dapat dikesampingkan jika si wanita jelas telah berisi pikiran dan semangat yang cemerlang.

Tentunya, peningkatan kualitas jiwa seorang wanita sangat layak diikuti oleh kualitas jiwa lelaki pasangannya (apalagi persaingan diketahui semakin ketat dengan pengejaran lelaki/wanita kepada sesamanya). Nggak zamannya lagi deh, seorang lelaki berkualitas dilihat hanya dari kantongnya atau dari tampangnya atau dari orang tuanya.

Wanita berisi perlu lelaki seksi luar dalam. Itu adalah jaminan kepuasan pelanggan berisi. Dan indikasi seorang lelaki itu seksi ada pada prestasinya. Sebab tak ada prestasi tanpa ketangguhan, kan? Kurang apa coba lelaki yang tangguh sampai punya prestasi?

lp01

Prestasinya demikian besar sampai-sampai perlu sewa gudang untuk nyimpen piala? Nggak perlu. Saat tetangga kanan-kiri mengakui keunggulan seseorang seiring dengan pengakuan keluarga atas keunggulannya tersebut, itu saja bisa dikategorikan sebagai prestasi kok. Dalam keluarga misalnya kita mengakui seseorang hebat dalam hal membuang sampah; tidak perlu disuruh, tidak perlu diminta, apalagi diupahi. Lalu kebetulan tetangga bicara dan bilang bahwa berkat seseorang itu, tempat sampah kita selalu yang paling bersih, rapi, tak berbau. Itu pujian yang selaras, kan? Adalah sebuah prestasi bahwa seseorang begitu berdedikasi pada kebersihan sampai-sampai tempat sampahnya saja dirawat sampai tak berbau.

Jika seseorang ini laki-laki beristri, maka istrinya pastilah bangga luar biasa. Atau paling tidak, tenang, karena tak perlu khawatir perihal sampah.

Jadi begitulah, wanita zaman sekarang rata-rata punya isi. Dan seharusnya isi itu cukup untuk memahami bahwa prestasi is the new sexy.

.

women02

.

.yakataguesik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s