Human relationship

pasti ada masa dalam kehidupan anak-anak saat mereka sebal (terutama anak sulung) karena adik-adik selalu meniru tindakan mereka. mereka tak habis pikir kenapa sama-sama makan nasi yang dimasakin mami, sama-sama dibelikan hadiah oleh papi, tapi kok yang namanya adik hobi menjiplak kakak. bagi sebagian orang, rasa sebal ditiru ini tidak bisa hilang sampai mereka dewasa. perasaan sebal itu kemudian berubah target menjadi kepada orang lain. jadi intinya, bukan sebal pada adik, melainkan rasa sebal ditiru karena jadi tidak unik lagi karena selalu punya ‘pengikut’. bukan bangga–banyak kok orang yang tidak bangga menjadi trendsetter–tapi kesal dan frustrasi atas ketidakmampuan para pengikut untuk menjadi kreatif.

nah, menurutmu, bagaimanakah rasanya punya pengikut orang serumah? bukan saudara, bukan adik, apalagi orang tua? simply orang-lain-yang-kebetulan-tinggal-di-bawah-satu-atap.

coba katakan harus dibagaimanakan orang macam itu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s