jawaban yang mungkin tak pernah ada

Mungkin ini adalah bentuk penyesalan. manusia yang ditinggalkan, atau bisa juga disebut dengan manusia yang harus menghadapi kehilangan, kabarnya akan selalu menyesali hal-hal yang dulunya dianggap penting. begitu juga aku. ternyata, aku tak luput dari perasaan bersalah yang terus menggelayut.

dulu, ibu ini selalu ada untukku. saat aku benar-benar membutuhkan sosok untuk disandari, ibu ini entah bagaimana selalu ada. tapi ini aku sadar bahwa aku jarang ada untuknya. sebagai anak aku merasa bahwa sudah sewajarnya orang tua menyokong yang muda. namun tumbuh normal lalu tiba-tiba dipaksa tak ditemani ibu ini lagi, aku jadi memikirkan banyak hal.

kenapa dulu berat sekali bagiku hanya sekedar menemaninya? menemaninya menonton tivi, menemaninya tidur di kamar, menemaninya makan, hal-hal kecil semacam itu. sementara dia jarang meluputkan hal-hal penting dalam hidupku. saat aku meminta nasihat, saat aku membutuhkan dukungan fisik, saat aku menginginkan pembela emosional, dia selalu ada. sungguh tidak tahu malu aku ini.

aku berkata akan menjadi yang mendoakannya kelak, tapi aku bahkan masih bertanya-tanya, apakah itu janji yang kukatakan di hadapan rumah tuhan, atau sekedar kalimat penghibur karena melihat air matanya.

ya, dia pun juga manusia. tak sekali dua dia menyebabkanku sakit hati, tapi saat ini, sakit hatiku terwujud begitu minor dibandingkan kealpaanku.

aku merasakannya sekarang. bagaimana dia berjuang dalam kesendiriannya. dia kesepian. aku tahu itu bukan seratus persen salahku, tapi sikapku menggenapkan kesalahan-kesalahan lain menjadi seratus persen. hanya dia yang tahu seberapa banyak aku menyebabkannya gembira, sebab di mataku, aku tak pernah melakukannya. dalam benakku, hanya ada kegetiran yang membandel dalam emosinya. aku tak tahu apa bagusnya aku ini.

entah kapan penyesalan ini akan berakhir. dari pengalaman, setahun dua belum mampu menghapuskan rasa sesal dalam dada atas sikap tak berbakti pada orang tua. dengan ibu ini mungkin kasusnya tak akan jauh berbeda.

aku hanya bisa berdoa.

.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s