Pembelaan

Saya diejek dan digurui. ketika itu saya tak bisa menjawab. banyak faktor yang menjadi alasannya, namun itu terus terngiang dalam diri saya sehingga saat ini saya ingin membela. membela diri saya sendiri, membela kitab yang saya percayai.

dikatakan bahwa kitab saya itu kalau bukan palsu maka dia sudah tak layak pakai. sebab kitab itu tak pernah berubah sejak zaman diturunkan. padahal jelas … zaman berubah seperti artis korea operasi plastik. wajah tanpa plastik bisa dirawat dengan perawatan bahan-bahan alami, namun wajah campur plastik tentunya harus memperoleh perawatan tambahan yang mengandung bahan-bahan lain yang tidak terlalu alami.

masalahnya, ini bukan tentang plastik. ini tentang keberadaan materi yang memungkinkan manusia, plastik dan obat-obatan kimiawi maupun alami menjadi ada.

you see, saya hendak menyerang kamu sekarang. jika kamu bilang kitab saya sudah tidak relevan, coba buktikan bagian mananya yang penerapannya tidak mungkin dilakukan di zaman sekarang? memotong tangan karena mencuri? menyembelih hewan kurban? menikahi lebih dari satu wanita? sudahlah, kamu akui saja, banyak orang gila di negara maju sana, yang atas nama kitab kamu sudah memotong, bukan hanya tangan, tapi nyawa orang-orang yang tak ada kaitannya. sementara dalam kitab kami dikatakan potong tangan bagi pencuri. jelaslah syaratnya: pencuri. bukan bagi siapa saja yang sedang kebetulan lewat. dan apakah mustahil melakukan hukuman itu sekarang? saya rasa tidak. hanya jiwa manusia yang kian kelewat percaya diri atas hak asasinya yang kemudian mengabaikan hak Tuhan untuk dipatuhi.

menyembelih hewan kurban dianggap sebagai kebiasaan tradisional yang sadis? coba berkaca dulu. teman-temanmu ada berapa banyak yang mulutnya berliur saat mengetahui rumah jagal sedang memotong leher babi-babi yang kamu bilang nikmat? mereka antusias membayangkan akan berlimpahnya makanan yang bisa mereka m.a.k.a.n. dan kejadian itu tak hanya setahun sekali. sementara kegiatan berkurban untuk dibagikan kepada sesama kamu bilang sadis? biar saya beritahu di sini, saya akan anggap kamu belum tahu, tapi menyembelih kurban pun ada tata caranya. yaitu harus menggunakan senjata yang paling tajam, dengan menyerahkan semua pada Tuhan–menyebut namanya, dengan memperlakukan hewan yang akan disembelih sebaik-baiknya. harus dipastikan hewan tersebut merasa sakit dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. dibaringkan dengan tenang, kemudian baru diproses selanjutnya. mereka tidak digantung, ditusuk, kemudian berjejeran memasuki guillotine mekanik seperti yang sangat umum dilakukan sekarang ini.

menikahi lebih dari satu wanita adalah barbar? kamu sebut apa mereka yang menikahi satu wanita dan meniduri wanita yang lain sambil bilang ‘nothing personal. we were having fun, right?‘ atau yang ini: meniduri satu wanita namun tak juga dinikahi; sudah punya cucu baru mikir mungkin sudah saatnya kamu menikah. bukankah pengecut sekali tindakan semacam itu? berani meniduri namun untuk terlibat di dalam dinamika pasangan yang legal dianggap sesuatu yang di luar kesanggupan? barbar mana sama orang yang bernafsu tapi lalu memilih meluruskan nafsunya lewat jalur pernikahan meski bukan hanya sekali dan dengan satu wanita saja pernikahan itu dilangsungkan?

jika pencuri dipotong tangannya, lain kali dia tak akan berani mencuri lagi; orang yang menyaksikan pun akan ketakutan mencuri, sehingga dunia pun akan defisit dari pencuri.

jika hewan ternak dipotong sebaik-baiknya, dipersingkat penderitaannya, disantaikan tubuhnya saat disembelih, daging hasilnya pun lebih baik kualitasnya daripada mereka yang stres berjejer-jejer di ruangan steril, berbaris dikelilingi barang-barang beraroma logam, tahu-tahu ketemu pemenggal leher. jika hewan ternak dikondisikan pasrah pada Tuhannya, dia pun akan tahu bahwa kematiannya adalah ketentuan Tuhan, bukan ketentuan nafsu makan manusia.

jika lelaki menikahi wanita yang disukainya lebih dari satu, maka akan mengecil kesempatannya berbuat zina. jika dia menikahinya, maka akan sempit kesempatannya meniduri wanita bersuami. jika dia memperistri wanita-wanita itu, masih sempatkah dia memikirkan lebih banyak wanita sementara mengatur yang sudah ada saja sudah rempong dan kadang menyusahkan?

dan di atas semua itu, dalam kitab kami disebutkan sejelas-jelasnya bahwa seseorang wajib dihukum layaknya seorang pencuri jika dan hanya jika dia terbukti melakukan kesalahan, via proses investigasi yang benar dan menyeluruh yang menghasilkan bukti nyata. hewan ternak disembelih untuk kurban hanya diwajibkan bagi yang mampu, tak ada ceritanya mereka yang tak mampu harus berkurban. dan seorang lelaki harus berani, taat dan sanggup menjadi adil untuk menikahi lebih dari satu wanita; dan itu pun ada batas maksimalnya, tak boleh satu kampung dinikahi semua. ada pertimbangan-pertimbangan dan kompensasi-kompensasi dari setiap yang dibolehkan dalam kitab kami. dan pertimbangan serta kompensasi, hak dan kewajiban, ini tak pernah luntur nilainya meski zaman sudah sangat berubah.

kamu hanya menyoroti potong tangan dan mencoret bagian ‘investigasi menyeluruh & bukti nyata’. kamu menggembar-gemborkan kesadisan menyembelih hewan kurban dan mengabaikan kenyataan bahwa persiapan sudah sangat diperhitungkan untuk meminimalisir penderitaan hewan itu. kamu melaknat poligami dan menutup mata atas tindakan kumpul kebo; bahkan menerimanya dengan alasan ‘zaman sekarang’. coba jelaskan pada saya, bagaimana kamu mempertanggungjawabkan semua pendirianmu itu di hadapan kitabmu sendiri?

dengan cara mengubah-ubahnya sesuai dengan kondisi zaman sekarang? hah!

sini kuberi tahu lagi. Tuhan kami adalah satu-satunya penulis yang berkontribusi dalam kitab kami. tanpa campur tangan orang lain, tanpa konsultasi dengan editor, Tuhan kami menurunkan kitab itu. dan saat dipahami, ternyata semua ketentuannya merupakan ketentuan yang tak terbantahkan. ada alasan, prasyarat, konsekuensi, contoh kasus dan pembahasan yang ilmiah di balik semua ketentuan itu, sehingga ‘perubahan seiring zaman’ tak lagi relevan bagi kitab kami itu. Dialah pencipta zaman. Dia tahu pasti bagaimana zaman akan berotasi, berevolusi, dan Dia sudah mempersiapkan semuanya. agar tidak tersesat, Dia pandu kami dengan kalimat-kalimatNya. agar tidak terperosok, kami dipagari dengan kewajiban-kewajiban yang sampai akhir, pasti masih bisa dilaksanakan. agar tidak menulari orang lain dengan penyakit kejiwaan yang mungkin kami idap, Dia menunjukkan tindakan-tindakan pencegahan. apa perlunya kami bersusah-susah memikirkan perubahan aturan kalau aturan yang Dia turunkan untuk kami sudah sangat sempurna?!

apakah Dia harus menuruti kami karena kami merubah zaman? Dia yang menciptakan kami, lho. atau sebenarnya, kita; Dia menciptakan aku, kamu, kita. lalu Dia menciptakan zaman serta seluruh perubahannya. Dia mengukur penciptaan kita satu per satu agar sesuai dengan zaman yang juga telah Dia ukur dengan seksama. pongah sekali kita kalau berpikir seharusnya kalimat Tuhan diganti menjadi begini-begono karena zaman sudah berubah! tentu saja: DIA SUDAH TAHU! Kalimatnya sudah mengakomodir semua perubahan itu!

kamu berpikir bahwa hak-hak manusia sudah dilanggar dengan adanya peraturan-peraturan dalam kitab kami? pikir lagi. bagaimana dengan hak-hak Tuhan? hak kita untuk hidup layak sudah dipenuhi dengan sempurna! apa pernah oksigen yang kamu hirup itu basi? pernah cahaya yang kamu lihat itu membusuk? pernahkah otak dan otot kamu mogok kerja minta istirahat? ‘tolonglah, kami ingin tidur tiga puluh menit saja!‘ orang gila, bayi dan orang lumpuh pun tak pernah memiliki otak dan otot yang serentak berhenti bekerja. sekali berhenti, maka kita menyatakannya sebagai mati. mati otak, mati otot, dan ujung-ujungnya, seperti tokoh aya di cerita one littre of tears, ya mati.

lalu kamu masih minta hak kamu dipenuhi? hak bebas? kamu pikir kamu akan pernah bebas dari Tuhan sementara Dialah yang menciptakanmu, menciptakan tempatmu lari, menciptakan tempatmu bersembunyi?! manusia tidak memiliki kebebasan meski hanya seujung kuku. kalau kamu normal saja, kamu paling tidak, harusnya, pernah berpikir begini.

sebagai manusia, kita merasa bebas karena luar biasa banyaknya hak dan rezeki yang dilibatkan dalam takdir kita. jika ingin berakhir baik, seharusnya semua itu dipelihara dengan menuruti aturan-aturan yang sudah diberikan. lah kamu, masih berani-beraninya mengejeki aturan yang saya percayai benar-sebenarnya atas nama hak asasi manusia yang kamu junjung tinggi itu!

mari bicara pada standar yang bisa kita sepakati bersama. apakah kitab suci itu? kitab suci adalah perwujudan kata-kata Tuhan. kamu sepakat tentang ini? kamu bisa mengerti kalau saya bicara begini? sebab secara global, kitab suci adalah kumpulan kata-kata yang mendasari sebuah kepercayaan. kita menyebutnya sebagai tuntunan Tuhan. saya menyetujui ini, dan kamu pun seharusnya menyetujui ini, kan kamu ngakunya berpendidikan.

kalau kamu sedemikian inginnya didengarkan, merasa itu hak kamu, mengapa kamu sendiri mengedit kata-kata Tuhan dan membuat versi baru dari kata-kataNya?! yakinkah kamu bahwa kata-kata kamu yang ‘seiring perkembangan zaman’ itu lebih hebat dari kata-kata Tuhan di awal kitabmu diturunkan?! kamu mencoret hak Tuhan sebagai yang sudah menciptakan kamu, menjaga kamu, mengasihimu! kamu yang melakukannya kelewat batas atas dasar hak azasi manusia! iya, kamu, yang pura-pura bertanya pada saya sambil tersenyum kemudian mulai membahas keburukan kitab saya satu per satu di siang hari bolong ditemani es campur! masih untung muka kamu itu tidak saya minta tambahin sirup ke abangnya!

inilah pembelaan saya atas kitab kepercayaan saya yang sudah kamu hina sebagai kitab busuk, kuno dan tak relevan! kitab kepercayaan saya original! Tuhan menurunkannya langsung dan saya tak harus pusing ikut-ikutan mengatur umat! Dia telah memberi saya dunia, saya dijadikan tokoh utama di sana, saya tak perlu sok jadi sutradara atau anggota komisi penyiaran dengan segala aturannya! saya hanya perlu melakoni peran saya sebaik-baiknya, dengan skenario yang Dia tentukan, dengan s-o-p yang Dia rancang. dan itu sudah sempurna!

semoga saya dijauhkan dari kamu dan niat busukmu membusuk-busuki kepercayaan saya sehingga saya tak perlu menjadi kriminal dengan menyerang kamu!

.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s