Eh, kulkas?

Matahari panas menyengat dari barat. Nyonya A megap-megap di dalam mobil kijang seri lama berumur di atas dua dekade.

“Pak, pake kulkas aja deh. Panas banget.”

Tuan A tercenung sejenak. “Kulkas? Oh… iya.”

Tak berapa lama kemudian semua jendela ditutup, semilir angin berganti hembusan udara dingin dari pendingin udara.

Di jok belakang, Mbak A dan Nona U memandang keluar melalui sisi jendela masing-masing sambil menggigit bibir. Baru disadari bahwa mobil mereka ternyata membawa-bawa invisible kulkas di atas atap mobil yang siap menghembuskan udara dingin kapan pun jendela sudah dirasa tidak memenuhi kebutuhan kesejukan.

.

.oajayakan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s